Inilah Budaya Unik, Karapan Ayam di Desa Mantar Sumbawa
Desa Mantar terletak di ketinggian 630 mdpl. Kurang dingin sih untuk bisa dibilang sebagai daerah puncak, tapi kabut tebal masih suka mampir disini. Rumah-rumahnya dibangun seragam dengan luas petak tanah yang sama sehingga terlihat rapi. Gak ada rumah yang lebih mewah daripada rumah yang lain, gak ada yang halamannya lebih luas daripada yang lain. Sama rata sama rasa. Konon, nenek moyang warga Mantar adalah bangsa Portugis. Pada tahun 1814 kapal mereka terdampar di pesisir pantai di bawah bukit Mantar. Mereka yang selamat naik ke puncak bukit, dan sejak saat itu menetap disana. tradisi balap ayam yang sudah berlangsung turun-temurun sejak jaman leluhurnya. Ayam -ayam dihias sedemikian rupa, hiasan itu namanya “JAMBO,” tanda kalo dia adalah ayam pembalap. Fungsinya untuk memasang “NOGA”, alat yang terbuat dari rotan berukuran 50-60 cm untuk menyatukan dua ekor ayam. Selain noga dan jambo, ada satu alat lagi yang dipake buat karapan ayam : “LUTAR.” Lutar ini terbu...