Postingan

Menampilkan postingan dengan label Green

“Taman Bungkulku Sayang, Engkau Musnah dalam Sekejap Saja”

Gambar
Dari sudut pandang saya, kemarahan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah sepantasnya dilampiaskan ketika ia melihat kondisi kerusakan Tanaman di Taman Bungkul Surabaya. Taman yang telah meraih berbagai penghargaan hingga tingkat Asia ini harus hancur dalam waktu sekejap saja. Ironis memang, melihat kondisi ini, berarti Pemerintah kota Surabaya mendapatkan Pekerjaan Rumah baru, untuk mendidik dan meng-edukasi mental masyarakat kota Surabaya. Sebab, kondisi ini menggambarkan, bahwa betapa masih rendahnya pendidikan di kota Surabaya. Masyarakat kota Surabaya masih gemar sekali mengandalkan hal yang GRATISAN. Itu artinya, ia gemar sekali Hidupnya ditopang Orang Lain. Dari sudut pandang ini, bagaimanakah mental dan moralitas masyarakat kota Surabaya yang enggan mengandalkan diri sendiri dan mengandalkan kemampuannya sendiri? Demi es krim yang tidak lebih dari 5 ribu rupiah, mengabaikan norma sosial. mengabaikan keindahan kota dan mengabaikan masalah l...

Aku (Sampah)

Gambar
Pagi Tuan dan Puan Masihkah kalian malu-malu Untuk mengatakan kebenaran dan nyalakan harapan? Sedari tadi aku tetap mengamati Mengendap-endap Terkikik Sesekali membeku dalam bingsal Lalu Aku menyesal Hai Tuan dan Puan Masihkah kalian mengutuk-utuk Menyumpah siapa saja yang meletakkanku di sembarang Lalu kau lupa cela -mu kepadaku, duhai Tuan dan Puan. Pernahkah kau merasa dimuliakan tetapi di lain sisi kau dicampakkan. Lalu Aku menyesal Ah, bukankah menjilat ludah sendiri adalah hal menjijikkan? Lantas kenapa manusia memilih bangga melupa Lalu hilang dalam cela Barangkali Tuhan sedang terbahak Dengan tingkahku-tingkahmu-tingkah (kita) Yang lantang berani memeluk cela Dan lupa untuk ucapkan Maaf Lalu Aku Menyesal Aku adalah sisi hitam sisa terbuang Yang kelak menjadi saksi penghakiman Penyesalan adalah penyesalan Sesalku adalah harapan bagi yang mengabaikan Sedang bagi yang lain akulah penyala Merawatku adalah kemuliaan Sebabku lingkungan indah bukan h...

Manfaat dan Kreasi Dari Buah Nyamplung

Gambar
Baru-baru ini saya berkunjung ke tempat siswa saya di suatu desa kecil di kabupaten Cirebon. Dibelakang rumahnya da areal perkuburan tumbuh pohon yang dikenal dengan pohon nyamplung. Penasaran dengan pohon nyamplung saya cari-cari artkel tentang pohon nyamplung ternyata manfaatnya banyak sekali. Pohon Nyamplung atau nama latinya Calophyllum inophyllum L termasuk famili Gutiferae. Di Indonesia dikenal dengan nama yang berbeda tergantung daerahnya. Seperti camplong biasa disebut di daerah Timor, Bali dan Madura, Punaga disebut dari daerah Minangkabau dan Makasar, ada istilah Penago yang ada didaerah Lampung ,Mantan dari Bima, dan Dingkalreng disebut oleh masarakat Sangir. Pohon Nyamplung mempunyai batang berwarna coklat, berkayu, bulat, dengan daun tunggal, bulat memanjang atau bulat telur. Bunganya bunga majemuk bebentuk tandan sedang buah seperti peluru warna hijau dan coklat kalau sudah kering. Biji mempeunyai bentuk bulat, keras, warna coklat. Pohon nyamplung ...

Stop Limbah Batik Warisan Dunia!

Deretan mobil bernomer polisi luar kota berjajar terparkir di halaman rumah kerajinan Batik Soga, Laweyan, Surakarta. Mobil-mobil berplat nomer polisi Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan BK Medan, kini menjadi pemandangan umum di Kampoeng Batik Laweyan. Salah satu tempat tujuan wisata di Kota Solo ini lebih ramai lagi dikunjungi saat musim liburan tiba. Tidak hanya industri rumahan batik yang meraup keuntungan. Industri produk makanan skala rumahan khas Solo, perhotelan, hingga pengemudi becak dan tukang parkir ikut menikmati rejeki dari industri ini. Batik memang tengah menjadi primadona. Bahkan pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, Badan Kebudayaan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) UNESCO telah mengakui batik sebagai warisan budaya dunia khas Indonesia. Tidak heran jika Kota Solo, selain Pekalongan dan Yogyakarta, yang menjadi icon Kota Batik, terus menggenjot produksi batik. Sentra industri kerajinan batik tradisional yang pernah gulung tikar dihidupkan kembali.   ...

Polusi :: Renungan untuk “Hari Lingkungan Hidup”

Gambar
Ketika kita buka lembaran-lembaran yang ada tentang Bumi kita yang semakin teraniaya dan terpuruk, bagaimana perasaan anda? Puas kah?? Tidak terbersit kah rasa, barang sedikit pun untuk menangis tangisan untuk bumi.  Walau bumi ini diam dan sering nya hanya memberi sedikit isyarat-isyarat kecil untuk manusia  dengan gempa, dengan tanah longsor, dengan gunung meletus, dengan banjir, dengan kutub yang saljunya sudah mulai mencair. Dengan udara yang sangat panas, dengan perubahan iklim. Tidak juga merasa, meraba mengukur apa kesalahan  manusia terkini  terhadap Bumi??? Lihatlah …. Kau tetap menggali pasir, menggali Emas, Menggali Batu Permata, Menggali Batu bara, meng g ali uranium,  Menghisap minyak, Menghisap Gas, Menghisap Air, Menebang Hutan dan kesakitan-kesakitan yang ada. Dengan cara merusak kulit Bumi, menghancurkan pelapisannya tanpa ada sama sekali mengobati lukanya. Iya luka bumi semakin mengangaaaaa. Duhhh, Bumi-Bumi …...

Tindakan yang Pelan-pelan Merusak Kehidupan

Gambar
Kemarin luka pohon ini masih sedikit, saya kira ada orang iseng. Pagi ini lukanya sudah lebih dari yang kemarin. Entah butuh berapa hari lagi untuk membuat pohon ini tumbang. Pelan-pelan kehidupan ini di rusak (dok.pri) Serpihan-serpihan kayu yang bercecer di trotoar membuat saya miris. Tepat di tepi jalan menjulang pohon Angsana yang menjulang tinggi. Daun tipe peneduh memang memanjakan pejalan kaki yang melintas dibawahnya. Sengatan matahari sudah di tangkis oleh daunnya, begitu juga dengan tetesan air hujan yang dibelokan dan dialirkan menuju rantin hingga batang. Namun sampai kapan, pohon ini akan terus bertahan memberi kenyamanan kepada penikmatnta saat sedikit demi sedikit di lukai. Hampir tiap pagi saya menyusuri jalanan Salatiga untuk sekedar olah raga saja. Mata ini hafal setiap perubahan yang terjadi. Namun, kali ini sepertinya ada revolusi perusakan. Pohon-pohon Angsana sedikit-demi sedikir di lukai. Entah itu perbuatan iseng karena tidak ada pekerjaan ata...

Pembersih Alami dari Dapur (1)

Gambar
Ingin bersih-bersih rumah? Coba yuk dengan cara alami, tanpa menggunakan bahan-bahan kimia. Semua bahan-bahan yang digunakan bisa didapat di dapur kita lo… Saus tomat untuk membersihkan oven. Jika noda membandel terbakar di oven, kecilkan oven hingga suhu rendah. Lalu, taruh saus tomat pada noda, gosok, dan diamkan selama lima menit. Kita juga bisa menggunakan saus tomat untuk mengembalikan vas tembaga dengan mengoleskan saus tomat tipis-tipis, lalu cuci, dan keringkan. Alumunium foil untuk membersihkan perak. Untuk perak yang ternoda tidak cocok untuk “resep” alumunium foil ini lo. Ambil 1 liter air, 1 sdm baking soda dan satu potongan alumunium foil , lalu didihkan. Masukkan benda perak dalam panci selama 10 detik (lebih lama jika ada tambahan noda), kemudian keluarkan dengan penjepit. Lihat sendiri hasilnya! Kita juga dapat membuat bola-bola dari alumunium foil untuk menggosokkan panci alumunium. Soda alami membersihkan sampah. Jika pembuangan sampah pada ...