“Taman Bungkulku Sayang, Engkau Musnah dalam Sekejap Saja”
Dari sudut pandang saya, kemarahan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah sepantasnya dilampiaskan ketika ia melihat kondisi kerusakan Tanaman di Taman Bungkul Surabaya. Taman yang telah meraih berbagai penghargaan hingga tingkat Asia ini harus hancur dalam waktu sekejap saja. Ironis memang, melihat kondisi ini, berarti Pemerintah kota Surabaya mendapatkan Pekerjaan Rumah baru, untuk mendidik dan meng-edukasi mental masyarakat kota Surabaya. Sebab, kondisi ini menggambarkan, bahwa betapa masih rendahnya pendidikan di kota Surabaya. Masyarakat kota Surabaya masih gemar sekali mengandalkan hal yang GRATISAN. Itu artinya, ia gemar sekali Hidupnya ditopang Orang Lain. Dari sudut pandang ini, bagaimanakah mental dan moralitas masyarakat kota Surabaya yang enggan mengandalkan diri sendiri dan mengandalkan kemampuannya sendiri? Demi es krim yang tidak lebih dari 5 ribu rupiah, mengabaikan norma sosial. mengabaikan keindahan kota dan mengabaikan masalah l...